Selasa, 06 Januari 2015

ROUTING DINAMIS

Dynamic routing digunakan untuk menangani kelemahan static routing yang tidak dapat mencari jalur alternatif ketika jalur pengiriman putus sehingga data tidak dapat terkirim.

Secara umum dynamic routing dibagi menjadi 2 kategori yaitu:
  • Distance Vector
  • Link State

Distance Vector
Distance vector adalah proses routing berdasarkan arah dan jarak dalam penetapan jalur terbaik (the best path) hanya melibatkan jumlah hop (hop count).Routing ini tidak dapat menganalisis bandwidth.Distance vector mendapatkan informasi dari router yang terhubung langsung dengan jaringan router tersebut. Berdasarkan informasi tersebut, kemudian akan mengolah tabel routing.
Yang tergolong Distance vector adalah:
  1. RIP versi 1
  2. RIP versi 2
  3. IGRP (Interior Gateway Routing Protocol)
Cara Kerja Distance Vector
  1. Sebuah router awalnya hanya memiliki informasi tentang jaringan yang terhubung secara langsung dengannya.
  2. Kemudian router yang lain akan saling mengirimkan data jaringan yang ia punya. Setiap router akan melakukan pengecekan terhadap data-data yang didapat dan dibandingkan dengan table routing masing-masing router.
  3. Jika belum ada maka akan dimasukkan, jika sudah, dibandingkan jumlah hop-nya.


Link State
Link state adalah proses routing yang membangun topologi databasenya sendiri (lebih modern dari Distance Vector). Link State akan melakukan penyelidikan terhadap semua koneksi yang ada dalam jaringan. Dalam Link State hop count, kapasitas bandwidth jaringan serta parameter-parameter lainnya ikut menentukan jalur terbaik (the best path) melalui router tetangganya. Router tetangga dicari dengan “hello packet”.
Yang tergolong Link State adalah:
  • OSPF (Open Shortest Path First)
Kelebihan Link State :
  1. Support VLSM dan CIDR
  2. Link State Advertisements, adalah paket kecil dari informasi routing yang dikirim antar router.
  3. Memiliki topologi database (berisi tentang informasi semua router yang terhubung dengan jaringan)
  4. Memiliki Algorithma SPF (Shortest Path First) dan SPF Tree yang membentuk percabangan untuk penentuan jalur terbaiknya.
  5. Lebih cepat dalam penyatuan jaringan jika dibandingkan dengan Distance Vector
Cara Kerja Link State
  1. Router akan mengirimkan hello packet secara periodik (tercipta LSA-Link State Algoritm).
  2. Karena Link State menggunakan triggered update maka tidak perlu menunggu selama waktu tertentu untuk mengupdate table routing.
  3. Setiap routing akan menghitung jarak terpendek ke router yang lain dengan Shortest Path First (SPF) dan membentuk tree.
  4. Untuk mencapai router yang sama, setiap router mempunyai tree yang berbeda.

Dynamic Routing Protocol
Routing Protocol maksudnya adalah protocol untuk me-routing. Contoh dari routing protocol yaitu :
  1. RIP (Routing Information Protocol)
RIP menggunakan jumlah lompatan (hop count) untuk menentukan cara terbaik ke sebuah network remote, yaitu jumlah router yang harus dilalui oleh paket-paket untuk mencapai alamat tujuannya.
Keterbatasan RIP:
  • Metric: RIP menghitung routing terbaik berdasarkan hop count, padahal belum tentu hop count yang rendah menggunakan protokol LAN yang bagus dan bisa saja RIP memilih jalur jaringan yang lambat.
  • RIP hanya dapat mengatur hingga hop count 15, selebihnya paket akan dibuang (untuk mencegah loop pada jaringan).
  • RIP tidak dapat mengatur classless routing, hanya menggunakan classful routing (/8, /16, /24).
2. EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)
EIGRP merupakan routing protocol termasuk Cisco proprietarty yang berarti hanya bisa digunakan sesama router cisco saja (pengembangan dari IGRP-Interior Gateway Routing Protocol).
Kelebihan EIGRP:
  • Protokol yang menggunakan fitur route backup.
  • Mudah dikonfigurasi seperti RIP.
  • EIGRP merupakan satu-satunya protocol yang dapat melakukan unequal load balancing.
  • Mendukung multiple protocol network (IP, IPX dan lain-lain).
3.OSPF (Open Shortest Path First)
Sebuah protocol standar terbuka yang telah diimplementasikan oleh sejumlah vendor jaringan. OSPF merupakan routing protocol berjenis IGP (Interior Gateway routing Protocol) yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu organisasi atau perusahaan.
Kelebihan OSPF :
  • Merupakan routing protocol standar terbuka
  • Mendukung VLSM dan CIDR
  • Dapat membentuk heirarki routing menggunakan konsep area
  • Tidak mempunyai batasan hop
  • Metric ditentukan berdasarkan bandwidht (defaultnya=/bandwidth)
  • Jika terjadi perubahan pada internetwork hanya akan dikirim partial update. Full update akan dikirim pada interval waktu 30 menit (defaultnya)
  • Waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat dan cocok digunakan dalam jaringan besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar